TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Efek Domino Konflik AS-Iran dan Sikap The Fed, Rupiah Hari Ini 30 Juni Anjlok ke Rp17.907

Nilai tukar rupiah hari ini, 30 juni 2026 anjlok ke Rp17.907 per dolar AS imbas ketidakpastian konflik AS-Iran dan sikap hawkish The Fed.
Ukuran huruf
Print 0
Efek Domino Konflik AS-Iran dan Sikap The Fed, Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.907
Penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Radar Newsroom – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa sore (30/6/2026) mengalami tekanan yang cukup berat. Mata uang Garuda terpaksa ditutup melemah 56 poin atau 0,31 persen, merosot ke level Rp17.907 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di angka Rp17.851.

Pelemahan rupiah hari ini utamanya dipicu oleh sentimen negatif dari pasar global, menyusul tingginya ketidakpastian perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

 

Batalnya Gencatan Senjata AS-Iran Picu Kepanikan Pasar

Batalnya kesepakatan gencatan senjata yang sempat diinisiasi pada 17 Juni lalu akibat saling balas serangan rudal akhir pekan membuat rencana perundingan krusial di Qatar urung terlaksana.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa situasi geopolitik ini memicu kepanikan di pasar energi. "Ketidakpastian mengenai apakah kedua pihak akan bertemu menyoroti kerapuhan kesepakatan 17 Juni untuk menghentikan pertempuran yang telah mengganggu aliran minyak global melalui Selat Hormuz," ujarnya di Jakarta.

Harapan meredanya konflik AS Iran semakin pupus setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tidak akan ada pertemuan atau negosiasi di tingkat mana pun dengan pihak Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini sontak memicu aksi penghindaran risiko (risk-off), di mana investor serentak memburu dolar AS sebagai safe haven dan meninggalkan mata uang emerging market seperti rupiah.

 

Sikap Hawkish The Fed dan Rilis Data BPS Turut Beri Tekanan

Dari sisi ekonomi makro, nilai tukar rupiah juga terbebani oleh sentimen dari dalam dan luar negeri. Sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) pada bulan Juni membuat pelaku pasar memilih menahan diri (wait and see) sembari menanti rilis data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) yang diproyeksikan mencatat penambahan 114 ribu lapangan kerja baru.

Sementara itu dari dalam negeri, rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan surplus neraca perdagangan hingga April hanya mencapai 5,64 miliar dolar AS. Menyusutnya surplus ini dikhawatirkan berpotensi menekan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) Indonesia di kuartal mendatang.

Efek Domino Konflik AS-Iran dan Sikap The Fed, Rupiah Hari Ini 30 Juni Anjlok ke Rp17.907
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin