![]() |
| Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) mengimplementasikan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) pada mata kuliah Teknik Perlakuan Panas (Heat Treatment). |
MALANG, RADAR NEWSROOM – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) mengimplementasikan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) pada mata kuliah Teknik Perlakuan Panas (Heat Treatment). Media ini dikembangkan untuk membantu mahasiswa memahami proses perlakuan panas pada material logam sekaligus mengamati perubahan struktur mikro yang terjadi selama proses tersebut.
Penelitian ini diketuai oleh Dewi Izzatus Tsamroh, dengan anggota tim Hasan Argadinata, Yayi Febdia Pradani, dan Marsono. Penelitian ini juga melibatkan kolaborator internasional, yaitu Prof. Yuli Panca Asmara dari INTI University, Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Pengembangan media VR ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Melalui pengembangan VR, tim peneliti berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif dan interaktif, sehingga mahasiswa dapat mempelajari konsep perlakuan panas melalui simulasi visual tanpa hanya bergantung pada penjelasan teoretis maupun pengamatan langsung di laboratorium.
Dalam pembelajaran heat treatment, pemahaman mengenai tahapan pemanasan, penahanan temperatur (holding time), pendinginan, serta perubahan struktur mikro merupakan aspek penting yang perlu dikuasai mahasiswa. Namun, perubahan yang terjadi di dalam material selama proses perlakuan panas tidak selalu dapat diamati secara langsung. Kehadiran media VR diharapkan dapat membantu menjembatani konsep teoretis dengan visualisasi proses yang lebih mudah dipahami.
Sebelum diimplementasikan dalam pembelajaran, media VR melalui proses validasi oleh ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil validasi ahli media, media ini dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Proses pengembangannya juga melibatkan beberapa kali revisi untuk menyempurnakan kualitas media dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran.
Sementara itu, hasil validasi ahli materi menunjukkan bahwa media VR cukup baik digunakan untuk memperlihatkan proses perlakuan panas dan perubahan struktur mikro material. Hasil ini menjadi dasar bahwa media VR memiliki potensi untuk mendukung penyampaian materi yang bersifat abstrak dan membutuhkan visualisasi proses secara bertahap.
Implementasi media VR pada mahasiswa juga menunjukkan respons yang positif. Penggunaan teknologi ini meningkatkan antusiasme mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Pengalaman belajar yang interaktif memberikan alternatif baru dalam mempelajari materi perlakuan panas, sekaligus membuka peluang bagi penerapan teknologi digital yang lebih luas dalam pendidikan vokasi.
Penelitian ini didukung oleh dana internal Universitas Negeri Malang melalui skema Penelitian Unggulan Pusat Pendidikan. Pelaksanaannya turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui upaya pengembangan media pembelajaran inovatif yang mendukung pengalaman belajar mahasiswa secara lebih interaktif dan bermakna.
Melalui pengembangan berkelanjutan dari AR menuju VR, tim peneliti berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk mata kuliah berbasis praktik, khususnya di bidang teknologi rekayasa manufaktur. Ke depan, pengembangan media serupa berpotensi diperluas ke materi pembelajaran lain yang memerlukan visualisasi proses, sehingga teknologi digital dapat semakin berperan dalam mendukung pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.


.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)