TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Tim Junior Indonesia Baru Saja Tampil di Badminton Asia Junior Championships 2026 di Jepang Awal Juli, dengan Hasil Lolos ke Perempat Final

Indonesia raih perak lewat Fardhan Rainanda Joe di BAJC 2026 Jepang, tim beregu tembus perempat final. Simak selengkapnya di artikel ini.
Ukuran huruf
Print 0
Tangkapan Layar dari akun Instagram @badminton.ina

Radar NewsRoom - Tim bulu tangkis junior Indonesia baru saja menuntaskan perjalanannya di Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2026 yang berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, sejak 26 Juni hingga 5 Juli 2026.

Skuad muda Merah Putih berhasil menembus babak perempat final di nomor beregu, meski akhirnya harus mengakui keunggulan lawan sebelum mencapai partai puncak.

Awal yang Meyakinkan di Fase Grup

Perjalanan tim beregu Indonesia di Grup D dimulai dengan mulus. Menghadapi Korea Selatan pada laga pembuka, skuad muda ini menang telak 2-0.

Kepercayaan diri semakin terbangun ketika Indonesia menghadapi Macau pada laga berikutnya, dengan kemenangan sangat dominan 55-16 dan 55-15 di Yatsushiro City General Gymnasium.

Muhammad Rizki Mubarrok dan kawan-kawan tampil solid sejak menit awal, termasuk lewat rotasi pemain seperti masuknya Radithya Bayu Wardhana di sektor tunggal putra dan penampilan sempurna Faizal Pangestu / Anju Siahaan yang menang 11-0 di salah satu gim.

Namun laga penentuan juara grup melawan Malaysia tidak berjalan sesuai harapan. Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia, sehingga hanya finis sebagai runner-up Grup D.

Hasil ini membuat langkah tim menuju perempat final menjadi lebih terjal karena harus berhadapan dengan tim unggulan teratas.

Langkah Terhenti di Tangan Thailand

Di babak perempat final nomor beregu, Indonesia ditakdirkan bertemu unggulan pertama Thailand.

Manajer tim, Eskar Denatara, sempat menyampaikan optimisme sebelum laga, mengakui Thailand sedikit lebih unggul di sektor tunggal putri dan ganda putri, namun tiga sektor lain diyakini masih bisa bersaing.

Pada praktiknya, Indonesia kalah tipis 1-2 dari Thailand, sehingga dipastikan tidak bisa membawa pulang medali di nomor beregu dan harus puas finis di peringkat 5-8.

Tujuh Wakil di Perempat Final Nomor Perorangan

Di nomor perorangan yang digelar 1-5 Juli, Indonesia menempatkan tujuh wakil di babak perempat final hasil yang menunjukkan kedalaman skuad meski belum berujung gelar.

Capaian terbaik datang dari tunggal putra Fardhan Rainanda Joe, yang melaju hingga partai final setelah menyingkirkan lawan-lawan unggulan di sepanjang turnamen.

Sayangnya, di final Joe harus mengakui keunggulan wakil China, Hong Tian Yue, lewat dua gim ketat 18-21 dan 19-21, sehingga harus puas dengan medali perak meningkat dari perunggu yang diraih pada edisi sebelumnya.

Di sektor lain, tunggal putri Mayla Cahya Afilian Pratiwi tersingkir di perempat final setelah kalah dua gim langsung dari wakil China, Yi Qing Yin.

Sementara itu, ganda campuran Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti sempat melaju ke perempat final usai mengalahkan pasangan tuan rumah Jepang, sebelum akhirnya harus menghadapi unggulan kedua asal Malaysia.

PBSI mencatat sektor ganda putri juga menunjukkan perkembangan dengan meloloskan dua pasangan ke babak delapan besar.

Evaluasi PBSI Menuju Kejuaraan Dunia Junior

Meski berhasil menembus perempat final di berbagai sektor, PBSI mengakui target juara di AJC 2026 belum tercapai.

Eskar Denatara secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas hasil ini, sembari menegaskan tanggung jawab tim untuk berbenah.

Menurutnya, faktor pengelolaan momentum menjadi penentu utama tim mampu memanfaatkan momentum saat mengalahkan Korea Selatan, namun kehilangan poin-poin krusial saat menghadapi Malaysia dan Thailand.

PBSI kini menjadikan seluruh catatan dari AJC 2026 sebagai bahan pembenahan menjelang Kejuaraan Dunia Junior (World Junior Championships) 2026 yang akan digelar di Kairo, Mesir, pada 5-17 Oktober mendatang.

Fokus pembenahan mencakup aspek taktikal, penguatan fisik terutama di sektor putri, serta penambahan jam terbang internasional bagi atlet-atlet muda yang sebagian besar baru menjalani debut di level ini.

Modal Berharga Menuju Persaingan yang Lebih Berat

Terlepas dari absennya gelar juara, capaian menembus perempat final di nomor beregu dan tujuh wakil di perempat final nomor perorangan tetap menjadi modal berharga bagi regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar di Jepang diharapkan menjadi pijakan penting bagi para pemain muda ini untuk tampil lebih matang pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya, termasuk saat regenerasi ini kelak menggantikan generasi senior yang telah lebih dulu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.


Tim Junior Indonesia Baru Saja Tampil di Badminton Asia Junior Championships 2026 di Jepang Awal Juli, dengan Hasil Lolos ke Perempat Final
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin