![]() |
| Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Foto: Source for JPNN |
Radar NewsRoom
- Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Kali ini datang dari sektor koperasi desa, tepatnya Koperasi Desa/Kelurahan
Merah Putih (KDKMP), yang berhasil membukukan nilai transaksi tertinggi
se-Indonesia.
Wakil Gubernur
Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, pun angkat bicara menanggapi capaian
tersebut.
Jatim Sumbang Lebih dari Sepertiga Transaksi Nasional
Berdasarkan
data resmi Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
(Simkopdes) per Senin, 13 Juli 2026 pukul 12.30 WIB.
total nilai
transaksi KDKMP di Jawa Timur telah menembus angka Rp21,57 miliar.Angka
tersebut berasal dari akumulasi 4.459.392 transaksi sepanjang tahun 2026.
Yang membuat
capaian ini istimewa, kontribusi Jawa Timur terhadap total transaksi KDKMP
secara nasional tercatat mencapai 38,05 persen dari keseluruhan nilai transaksi
nasional yang sebesar Rp56,69 miliar.
Artinya, lebih
dari sepertiga aktivitas transaksi koperasi desa se-Indonesia terjadi di
wilayah Jawa Timur saja.
Kategori Barang Lain dan Sarana Pertanian Jadi Andalan
Data Simkopdes
juga memperlihatkan rincian produk yang paling banyak diperdagangkan melalui
koperasi desa di Jawa Timur. Kategori barang lainnya menjadi komoditas dengan
transaksi terbesar.
digerakkan
oleh 83.382 unit KDKMP dengan volume transaksi mencapai 327.580 dan nilai
sebesar Rp2,25 miliar.
Di posisi
selanjutnya, sarana produksi pertanian juga menunjukkan aktivitas yang tinggi.
Pupuk NPK Phonska tercatat menyumbang volume transaksi sebanyak 1.171.139 unit
dengan nilai Rp2,15 miliar, sementara Pupuk Urea berkadar nitrogen 46 persen
membukukan volume 994.167 unit dengan nilai transaksi Rp1,83 miliar.
Selain sarana
pertanian, kebutuhan pokok masyarakat juga banyak diperjualbelikan lewat Kopdes
Merah Putih. Beras medium SPHP kemasan 5 kilogram mencatat nilai transaksi
Rp783,76 juta dari 15.972 unit yang terjual.
sedangkan
beras jenis lainnya membukukan volume 11.844 unit dengan nilai sekitar Rp715,46
juta.
Selain itu, berbagai barang
kebutuhan pokok harian turut mencatatkan angka penjualan yang sangat besar.Minyak goreng
Sunco kemasan pouch 2 liter mencatat nilai transaksi Rp501,74 juta dari 11.241
unit terjual, gula KTM kemasan 1 kilogram senilai Rp284,49 juta.
Tak hanya itu,
Rokok Filter Surya Merah kemasan 12 batang sebesar Rp272,83 juta, minyak goreng
Rizky botol 900 mililiter senilai Rp245,26 juta, dan rokok Sukun Executive
kemasan 12 batang senilai Rp143,72 juta.
Emil Dardak: Jangan Cepat Puas Diri
Menanggapi
pencapaian tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
menegaskan pihaknya tidak ingin berpuas diri hanya karena berhasil unggul dari
daerah lain secara statistik.
Menurutnya,
tugas berikutnya yang lebih penting adalah memastikan seluruh KDKMP yang sudah
terbentuk benar-benar bisa segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Bagaimana
ini semua bisa sesegera mungkin membawa manfaat pada masyarakat," ujar
Emil kepada Bisnis usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur,
Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (13/7/2026).
Emil
menegaskan orientasi pemerintah provinsi bukan sekadar mengejar posisi teratas
dibanding provinsi lain, melainkan lebih fokus pada dampak nyata dari
keberadaan koperasi tersebut bagi warga di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Ia juga
menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengoptimalkan
kewenangannya di tingkat daerah agar KDKMP mampu menciptakan dampak pengganda
atau multiplier effect terhadap perekonomian desa maupun kelurahan secara
berkelanjutan, bukan sekadar capaian transaksi jangka pendek semata.
Koordinasi dengan Kemenkop dan PT Agrinas
Emil turut
menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan dalam menjalankan
program strategis nasional ini.
Ia menyebut
pihaknya akan terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Koperasi
(Kemenkop) serta PT Agrinas selaku pemegang peran utama atau leading sector
dalam pelaksanaan program KDKMP.
"Bagaimana
kami siap bersinergi dengan Kementerian Koperasi, PT Agrinas," kata Emil.
Ia menjelaskan
bahwa Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur juga secara aktif berkoordinasi dengan
seluruh tim KDKMP di daerah untuk memastikan kelancaran proses, mulai dari
tahap pembentukan koperasi hingga koordinasi dengan pemerintah desa pada masa
pra pembangunan.
KDKMP Diarahkan Kelola Usaha Strategis
Sebelumnya,
Kementerian Koperasi telah menetapkan sejumlah prioritas usaha yang harus
dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Mulai dari
gerai sembako, layanan kesehatan sederhana, hingga layanan keuangan mikro.
Koperasi ini juga diposisikan sebagai penyerap produk unggulan masyarakat desa.
Wakil Menteri
Koperasi Farida Farichah menjelaskan bahwa KDKMP diarahkan untuk mengelola unit
usaha yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar sekaligus mendukung roda
ekonomi di tingkat desa, meliputi gerai kebutuhan pokok, apotek dan klinik
sederhana, layanan keuangan mikro, hingga fasilitas pergudangan dan logistik.
Selain fungsi
pelayanan tersebut, koperasi ini juga berperan sebagai offtaker atau penyerap
hasil produksi masyarakat desa dari berbagai sektor, mulai dari pertanian,
perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga industri kuliner rumahan.
Melalui skema
tersebut, pemerintah berharap keberadaan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai
pusat layanan ekonomi desa, tetapi juga mampu membuka akses pasar yang lebih
luas bagi produk-produk local.
sehingga pada
akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus kesejahteraan masyarakat di
tingkat desa dan kelurahan secara berkelanjutan.

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)