![]() |
| Lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Menteng dengan garis polisi |
Peristiwa
terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan sempat memicu kerusakan bangunan serta
kendaraan di lokasi.
Apa pemicu bentrokan maut
di Menteng?
Pemicu
awal bentrokan Menteng adalah cekcok di sebuah gerobak nasi uduk. Keributan
diduga dipicu oleh salah seorang dari sekelompok orang yang enggan membayar
usai membeli nasi uduk, yang kemudian memicu kemarahan warga sekitar setelah
gerobak pedagang dirusak. Versi lain dari kepolisian menyebut sebab yang
berbeda.
Kasat
Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan bahwa
keributan bermula saat sekelompok orang datang membeli sarapan di gerobak nasi
uduk, kemudian merasa tidak dilayani dengan baik sehingga menggeber kendaraan
bermotornya. Teguran atas suara knalpot itulah yang disebut memicu eskalasi
konflik.
Bagaimana kronologi kejadian
di Jalan Tambak Menteng?
Bentrokan
besar terjadi setelah insiden di gerobak nasi uduk memancing kedatangan
kelompok tambahan ke lokasi. Warga bentrok dengan sekelompok orang tersebut
saling melempar batu di tengah jalan, dan beberapa orang di antaranya juga
terlihat membawa kayu dan bambu.
Poin
kronologi berdasarkan keterangan polisi dan saksi:
•
Sekitar
pukul 10.00 WIB, polisi menerima laporan keributan di lokasi.
•
Massa
dari luar mendatangi gerobak nasi uduk setelah teguran soal suara motor.
•
Bentrokan
meluas ke Jalan Tambak I dengan lemparan batu, kayu, dan bambu.
•
Polisi
menemukan puing bangunan yang terbakar, kendaraan hangus, jejak darah, dan batu
berlumuran darah di lokasi kejadian.
•
Dua
korban sempat dievakuasi ke RSCM dalam kondisi kritis, satu di antaranya
meninggal dunia.
Benarkah bentrokan ini
melibatkan konflik etnis Ambon dan Jakarta?
Kepolisian
membantah narasi yang beredar di media sosial soal konflik antarkelompok etnis
dalam bentrokan ini. Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membantah
narasi bahwa bentrokan bermula dari kelompok etnis Ambon yang tidak membayar
makan nasi uduk, dan juga membantah adanya perusakan masjid oleh kelompok
tersebut saat bentrokan terjadi.
Pemilik
gerobak nasi uduk turut mengakui tidak ada transaksi pembelian dari kelompok
yang dituduh dalam narasi tersebut. Sejumlah pihak, termasuk kuasa hukum dari
kelompok yang disebut-sebut, telah diperiksa di Polsek Menteng untuk meluruskan
kesimpangsiuran informasi ini.
Apa langkah polisi setelah
bentrokan Menteng?
Polisi
langsung menerjunkan personel tambahan untuk mengendalikan situasi begitu
laporan bentrokan diterima. Polisi mengerahkan Brimob ke lokasi kejadian untuk
meredam eskalasi antara dua kelompok yang terlibat.
Dari
kelompok warga yang terlibat, satu kelompok berjumlah enam orang dan kelompok
dari luar berjumlah dua orang diamankan untuk dimintai keterangan di Polsek
Menteng. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn membenarkan bentrokan
tersebut terjadi pada Minggu pagi dan memastikan situasi di lokasi sudah
kondusif dalam pengamanan petugas.
Berapa korban dan kerugian
akibat bentrokan Menteng?
Bentrokan
Menteng menewaskan satu orang dan menyebabkan kerusakan sejumlah properti di
sekitar lokasi. Bentrokan yang melibatkan dua kelompok warga di Jalan Tambak,
Menteng, Jakarta Pusat, mengakibatkan satu korban meninggal dunia setelah
sempat dievakuasi ke rumah sakit.
Kerusakan
mencakup gerobak pedagang, sepeda motor yang terbakar, dan bangunan di sekitar
lokasi kejadian.
Sumber: Mega Politan, Kumparan, MItra Post
Penulis: Ivan Andika Pratama (van)

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)