TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Waspada, Senyum Asimetris Bisa Jadi Pertanda Awal Mula Serangan Stroke

Senyum asimetris jadi pertanda awal mula serangan stroke. Kenali metode BE FAST dan batas waktu 4,5 jam untuk penanganan efektif.
Ukuran huruf
Print 0

Dokter memeriksa tekanan darah pasien sebagai deteksi risiko stroke
Dokter memeriksa tekanan darah pasien sebagai deteksi risiko stroke
RadarNewsroom - Senyum yang tiba-tiba terlihat bengkok atau tidak simetris bisa menjadi pertanda awal mula serangan stroke yang sering kali diabaikan masyarakat. Kondisi ini muncul akibat melemahnya otot wajah secara mendadak ketika aliran darah ke otak terganggu.

Dokter spesialis saraf menyebut gejala ini kerap luput dari perhatian karena dianggap sepele, padahal penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan deteksi sejak menit-menit pertama.

Apa itu stroke dan mengapa disebut kondisi darurat?

Stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi saat pasokan darah ke otak mendadak terganggu, sehingga sel-sel otak rusak dengan cepat akibat kekurangan oksigen dan nutrisi.

Setiap menit keterlambatan penanganan disebut dapat membuat sekitar 1,9 juta sel otak mati, sehingga stroke dikenal sebagai penyakit yang sangat sensitif terhadap waktu. Di Indonesia, stroke menempati posisi sebagai penyebab kematian tertinggi sekaligus penyumbang disabilitas terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stroke nasional tercatat 8,3 per 1.000 penduduk, dengan kontribusi terhadap 18,5 persen total kematian dan 11,2 persen total kecacatan di Tanah Air.

Mengapa senyum asimetris jadi pertanda awal mula serangan stroke?

Senyum asimetris menjadi pertanda awal mula serangan stroke karena bagian otak yang mengontrol otot wajah ikut terdampak ketika aliran darah ke otak tersumbat atau pecah.

Salah satu sisi wajah pun melemah atau terkulai, sehingga saat penderita mencoba tersenyum, bentuk senyumannya terlihat miring atau tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan.

Presiden Indian Stroke Association (ISA) Dr Vikram Huded, sebagaimana dikutip Times of India, menyebut perubahan bentuk senyum sebagai salah satu gejala stroke yang paling umum namun paling sering diabaikan masyarakat awam.

Banyak orang menganggap senyum yang berubah hanya kelelahan biasa, padahal bisa menjadi sinyal darurat dari otak.

Apa saja gejala stroke yang harus dikenali lewat metode BE FAST?

Gejala stroke dapat dikenali secara cepat melalui metode BE FAST, yaitu kombinasi enam tanda yang muncul mendadak pada tubuh seseorang. Metode ini dirancang agar masyarakat awam mampu mengenali stroke tanpa perlu pemeriksaan medis terlebih dahulu.

Berikut rincian metode BE FAST yang dianjurkan tenaga kesehatan untuk deteksi dini stroke:

  • Balance: kehilangan keseimbangan secara mendadak, limbung, atau pusing berat.
  • Eyes: pandangan kabur, buram, atau penglihatan ganda yang muncul tiba-tiba.
  • Face: salah satu sisi wajah terkulai atau lumpuh, terutama tampak saat tersenyum.
  • Arms: salah satu lengan melemah atau turun sendiri saat kedua tangan diangkat bersamaan.
  • Speech: bicara menjadi cadel, tidak jelas, atau sulit merangkai kalimat normal.
  • Time: waktu menjadi faktor krusial untuk segera membawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas penanganan stroke.

Berapa lama batas waktu penanganan stroke agar efektif?

Batas waktu penanganan stroke yang ideal adalah 4,5 jam sejak gejala pertama muncul, terutama untuk tindakan trombolisis intravena atau suntikan penghancur sumbatan pembuluh darah otak. Semakin cepat pasien tiba di rumah sakit, semakin besar peluang sel otak yang masih hidup dapat diselamatkan.

Sekretaris ISA Dr Arvind Sharma menjelaskan, perubahan senyum yang tiba-tiba terasa berbeda perlu langsung diwaspadai, apalagi jika disertai kesulitan berbicara, tubuh limbung, atau kelemahan mendadak pada anggota gerak.

Ia menegaskan kombinasi gejala tersebut merupakan cara otak memberi sinyal adanya serangan stroke. Selain trombolisis, dokter juga dapat melakukan prosedur trombektomi atau pengangkatan sumbatan secara mekanis untuk mencegah kematian sel otak permanen.

Apa saja faktor risiko utama penyebab serangan stroke?

Faktor risiko utama penyebab serangan stroke umumnya menumpuk secara diam-diam akibat gaya hidup tidak sehat dalam jangka panjang. Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 90 persen kasus stroke sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko tersebut.

Faktor RisikoKeterangan
HipertensiTekanan darah tinggi tak terkontrol memperberat kerja pembuluh darah otak
DiabetesKadar gula darah tinggi merusak dinding pembuluh darah
Kolesterol tinggiMemicu penyumbatan plak pada arteri menuju otak
Kurang aktivitas fisikMeningkatkan risiko obesitas dan gangguan kardiovaskular
Kebiasaan merokokMempercepat kerusakan pembuluh darah dan penggumpalan darah

Kemenkes mencatat aktivitas fisik selama minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu dapat menurunkan faktor risiko stroke hingga 25 persen.

Apa yang harus dilakukan saat menemukan gejala stroke pada seseorang?

Langkah yang harus segera dilakukan saat menemukan gejala stroke adalah membawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki layanan penanganan stroke tanpa menunda waktu. Penundaan sekecil apa pun berpotensi memperbesar kerusakan otak yang bersifat permanen.

Dr Arvind Sharma menegaskan waktu sangat berharga bagi otak, sehingga pencarian pertolongan medis harus dilakukan sesegera mungkin untuk menekan risiko kecacatan dan meningkatkan peluang pemulihan kualitas hidup pasien pascastroke.

Senyum asimetris yang muncul tiba-tiba merupakan salah satu pertanda awal mula serangan stroke yang paling mudah dikenali namun paling sering diabaikan.

Kombinasi gejala lain seperti gangguan keseimbangan, penglihatan kabur, kelemahan lengan, dan bicara cadel yang dirangkum dalam metode BE FAST perlu direspons dengan segera membawa pasien ke rumah sakit, mengingat penanganan stroke paling efektif dilakukan dalam rentang waktu 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

 Penulis: Indriana Safitri (iin)

Waspada, Senyum Asimetris Bisa Jadi Pertanda Awal Mula Serangan Stroke
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin