TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Komponen Otomotif RI Tembus 100 Negara, Ekspor Tahunan Capai 7 Miliar Dolar AS

Ekspor komponen otomotif RI capai 7 miliar dolar AS ke 100+ negara pada 2025, ditopang pertumbuhan industri roda empat 14 persen.
Ukuran huruf
Print 0
Memeriksa-komponen-otomotif-di-pabrik-manufaktur-Indonesia
Memeriksa komponen otomotif di pabrik manufaktur Indonesia

Radar Newsroom - Industri komponen otomotif Indonesia mencatatkan nilai ekspor lebih dari 7 miliar dolar AS sepanjang 2025 ke lebih dari 100 negara.

Capaian ini disampaikan Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) sebagai bukti penguatan posisi komponen otomotif RI dalam rantai pasok otomotif global.

Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki menyebut industri ini telah memasuki fase ekspansi pasar internasional.

Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, mengatakan bahwa ketangguhan industri komponen nasional tercermin dari meningkatnya kinerja ekspor, terjaganya kapasitas produksi, serta dukungan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Berapa Nilai Ekspor Komponen Otomotif RI pada 2025?

Nilai ekspor komponen otomotif RI pada 2025 tercatat melampaui 7 miliar dolar AS, dengan jangkauan pasar ke lebih dari 100 negara.

GIAMM mencatat sepanjang 2025 industri komponen otomotif Indonesia membukukan ekspor senilai lebih dari 7 miliar dollar AS.

Angka ini menjadi indikator utama kekuatan industri komponen otomotif nasional di tengah tekanan pasar domestik.

Empat negara dan kawasan menjadi tujuan ekspor terbesar komponen otomotif RI, yaitu:

  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Kawasan ASEAN (termasuk Malaysia)

Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, serta negara-negara di kawasan ASEAN menjadi pasar utama ekspor komponen otomotif nasional.

Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ekspor Komponen Otomotif RI?

Pertumbuhan industri otomotif roda empat sebesar 14 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 menjadi pendorong utama kinerja ekspor komponen otomotif RI.

Berdasarkan data GIAMM, hingga kuartal I 2026 industri otomotif roda empat tumbuh 14 persen secara tahunan, kinerja tersebut turut menopang industri komponen dalam mempertahankan kapasitas produksinya, didukung pula oleh pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil.

Rachmat menambahkan, kenaikan penjualan kendaraan roda empat secara langsung mendorong permintaan komponen otomotif dari pabrikan.

Pasar domestik yang kuat menjadi fondasi sebelum industri bersaing di pasar ekspor.

Data perdagangan nasional turut mengonfirmasi tren positif ini. Pada Februari 2026, ekspor komponen otomotif mencapai 16.597.457 unit, naik 33,6 persen secara bulanan dan melonjak 54 persen secara tahunan.

Meski sempat melandai pada Maret 2026 seiring libur Lebaran, tren tahunan ekspor komponen otomotif RI tetap menunjukkan kenaikan dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Bagaimana Posisi Komponen Otomotif RI dalam Rantai Pasok Global?

Komponen otomotif RI kini menjadi bagian dari rantai pasok otomotif dunia atau global supply chain, bukan lagi sekadar pemasok pasar domestik.

Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki mengatakan industri komponen otomotif Indonesia kini tidak lagi hanya berorientasi memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari jaringan pasok global dengan tujuan ekspor ke berbagai negara.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian turut mendorong transformasi ini lewat program Industri 4.0 dan pelatihan produktivitas bagi pelaku usaha manufaktur komponen otomotif.

Indikator Nilai Periode
Total ekspor komponen otomotif RI Lebih dari 7 miliar dolar AS 2025
Jangkauan negara tujuan ekspor Lebih dari 100 negara 2025
Pertumbuhan industri roda empat 14 persen yoy Kuartal I 2026
Ekspor komponen (unit) 16.597.457 unit, naik 54 persen yoy Februari 2026

Perusahaan Mana yang Memimpin Ekspor Komponen Otomotif RI?

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menjadi salah satu produsen komponen otomotif RI dengan ketergantungan ekspor tertinggi.

PT Selamat Sempurna Tbk mencatat sekitar 65 persen pendapatannya berasal dari ekspor yang menjangkau lebih dari 125 negara.

Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi menyebut diversifikasi pasar menjadi kunci menjaga stabilitas bisnis perusahaan di tengah tekanan industri otomotif domestik.

Strategi diversifikasi pasar serupa diterapkan sejumlah produsen komponen otomotif RI lain guna mengurangi ketergantungan pada permintaan domestik yang fluktuatif akibat suku bunga tinggi dan pelemahan daya beli.

Apa Tantangan Komponen Otomotif RI ke Depan?

Tantangan utama komponen otomotif RI adalah transformasi menuju kendaraan rendah emisi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah persaingan produsen global.

Rachmat mengatakan pemerintah terus mendorong transformasi industri komponen menuju kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon Emission Vehicle, yang mencakup seluruh lini teknologi, mulai dari internal combustion engine hingga battery electric vehicle.

Peningkatan produktivitas manufaktur menjadi syarat agar komponen otomotif RI mampu bertahan di rantai pasok kendaraan listrik global yang persaingannya semakin ketat.

Komponen otomotif RI membukukan ekspor lebih dari 7 miliar dolar AS pada 2025 ke lebih dari 100 negara, ditopang pertumbuhan industri roda empat 14 persen pada kuartal I 2026 dan diversifikasi pasar oleh produsen seperti PT Selamat Sempurna Tbk.

Capaian ini menegaskan posisi industri komponen otomotif Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok otomotif global, dengan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan ASEAN sebagai pasar utama.

Komponen Otomotif RI Tembus 100 Negara, Ekspor Tahunan Capai 7 Miliar Dolar AS
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin