![]() |
| Memeriksa komponen otomotif di pabrik manufaktur Indonesia |
Radar Newsroom
- Industri komponen otomotif Indonesia mencatatkan nilai ekspor lebih dari 7
miliar dolar AS sepanjang 2025 ke lebih dari 100 negara.
Capaian ini disampaikan Gabungan Industri Alat-alat Mobil
dan Motor (GIAMM) sebagai bukti penguatan posisi komponen otomotif RI dalam
rantai pasok otomotif global.
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki menyebut
industri ini telah memasuki fase ekspansi pasar internasional.
Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, mengatakan
bahwa ketangguhan industri komponen nasional tercermin dari meningkatnya
kinerja ekspor, terjaganya kapasitas produksi, serta dukungan pemerintah
melalui Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan produktivitas dan daya
saing.
Berapa Nilai Ekspor Komponen Otomotif RI pada 2025?
Nilai ekspor komponen otomotif RI pada 2025 tercatat
melampaui 7 miliar dolar AS, dengan jangkauan pasar ke lebih dari 100 negara.
GIAMM mencatat sepanjang 2025 industri komponen
otomotif Indonesia membukukan ekspor senilai lebih dari 7 miliar dollar AS.
Angka ini menjadi indikator utama kekuatan industri komponen
otomotif nasional di tengah tekanan pasar domestik.
Empat negara dan kawasan menjadi tujuan ekspor terbesar
komponen otomotif RI, yaitu:
- Amerika
Serikat
- Jepang
- Korea
Selatan
- Kawasan
ASEAN (termasuk Malaysia)
Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, serta negara-negara
di kawasan ASEAN menjadi pasar utama ekspor komponen otomotif nasional.
Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ekspor Komponen Otomotif RI?
Pertumbuhan industri otomotif roda empat sebesar 14 persen
secara tahunan pada kuartal I 2026 menjadi pendorong utama kinerja ekspor
komponen otomotif RI.
Berdasarkan data GIAMM, hingga kuartal I 2026
industri otomotif roda empat tumbuh 14 persen secara tahunan, kinerja tersebut
turut menopang industri komponen dalam mempertahankan kapasitas produksinya,
didukung pula oleh pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil.
Rachmat menambahkan, kenaikan penjualan kendaraan roda empat
secara langsung mendorong permintaan komponen otomotif dari pabrikan.
Pasar domestik yang kuat menjadi fondasi sebelum industri
bersaing di pasar ekspor.
Data perdagangan nasional turut mengonfirmasi tren positif
ini. Pada Februari 2026, ekspor komponen otomotif mencapai 16.597.457 unit,
naik 33,6 persen secara bulanan dan melonjak 54 persen secara tahunan.
Meski sempat melandai pada Maret 2026 seiring libur Lebaran,
tren tahunan ekspor komponen otomotif RI tetap menunjukkan kenaikan dibanding
periode sama tahun sebelumnya.
Bagaimana Posisi Komponen Otomotif RI dalam Rantai Pasok Global?
Komponen otomotif RI kini menjadi bagian dari rantai pasok
otomotif dunia atau global supply chain, bukan lagi sekadar pemasok pasar
domestik.
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki mengatakan
industri komponen otomotif Indonesia kini tidak lagi hanya berorientasi
memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari
jaringan pasok global dengan tujuan ekspor ke berbagai negara.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian turut mendorong
transformasi ini lewat program Industri 4.0 dan pelatihan produktivitas bagi
pelaku usaha manufaktur komponen otomotif.
| Indikator | Nilai | Periode |
|---|---|---|
| Total ekspor komponen otomotif RI | Lebih dari 7 miliar dolar AS | 2025 |
| Jangkauan negara tujuan ekspor | Lebih dari 100 negara | 2025 |
| Pertumbuhan industri roda empat | 14 persen yoy | Kuartal I 2026 |
| Ekspor komponen (unit) | 16.597.457 unit, naik 54 persen yoy | Februari 2026 |
Perusahaan Mana yang Memimpin Ekspor Komponen Otomotif RI?
PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menjadi salah satu
produsen komponen otomotif RI dengan ketergantungan ekspor tertinggi.
PT Selamat Sempurna Tbk mencatat sekitar 65 persen
pendapatannya berasal dari ekspor yang menjangkau lebih dari 125 negara.
Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi menyebut
diversifikasi pasar menjadi kunci menjaga stabilitas bisnis perusahaan di
tengah tekanan industri otomotif domestik.
Strategi diversifikasi pasar serupa diterapkan sejumlah
produsen komponen otomotif RI lain guna mengurangi ketergantungan pada
permintaan domestik yang fluktuatif akibat suku bunga tinggi dan pelemahan daya
beli.
Apa Tantangan Komponen Otomotif RI ke Depan?
Tantangan utama komponen otomotif RI adalah transformasi
menuju kendaraan rendah emisi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah
persaingan produsen global.
Rachmat mengatakan pemerintah terus mendorong transformasi
industri komponen menuju kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon
Emission Vehicle, yang mencakup seluruh lini teknologi, mulai dari internal
combustion engine hingga battery electric vehicle.
Peningkatan produktivitas manufaktur menjadi syarat agar
komponen otomotif RI mampu bertahan di rantai pasok kendaraan listrik global
yang persaingannya semakin ketat.
Komponen otomotif RI membukukan ekspor lebih dari 7 miliar
dolar AS pada 2025 ke lebih dari 100 negara, ditopang pertumbuhan industri roda
empat 14 persen pada kuartal I 2026 dan diversifikasi pasar oleh produsen
seperti PT Selamat Sempurna Tbk.
Capaian ini menegaskan posisi industri komponen otomotif Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok otomotif global, dengan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan ASEAN sebagai pasar utama.

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)