TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Asap Tak Terlihat, Dampaknya Nyata! Siswa SMP An-Najiyah Belajar Bahaya Perokok Pasif lewat Permainan Edukatif

Ketua pelaksana kegiatan, Dewi Masithah, dr., M.Kes., menekankan pentingnya mengenalkan bahaya perokok pasif sejak usia sekolah.
Ukuran huruf
Print 0

Ketua pelaksana kegiatan, Dewi Masithah, dr., M.Kes., menekankan pentingnya mengenalkan bahaya perokok pasif sejak usia sekolah.

SURABAYA, RADAR NEWSROOM – Tidak merokok bukan berarti sepenuhnya terbebas dari bahaya asap rokok. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Edukasi Bahaya Menjadi Perokok Pasif dan Penguatan Peran Kader UKS melalui Media Permainan Edukatif pada Siswa SMP An-Najiyah Surabaya” yang digelar di SMP An-Najiyah Sidosermo Surabaya, Rabu (2/9).

Sebanyak 80 siswa dan 10 guru mengikuti kegiatan yang melibatkan tim Fakultas Kedokteran, terdiri atas Dewi Masithah, dr., M.Kes. selaku dosen pelaksana, asisten dosen, serta enam mahasiswa Fakultas Kedokteran.


Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, pre-test, post-test, ice breaking, media permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut dilakukan agar edukasi mengenai bahaya perokok pasif dapat diterima siswa dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.


Sebelum mendapatkan materi, siswa mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai bahaya paparan asap rokok. Setelah edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.


Tidak Merokok Bukan Berarti Bebas Risiko

Ketua pelaksana kegiatan, Dewi Masithah, dr., M.Kes., menekankan pentingnya mengenalkan bahaya perokok pasif sejak usia sekolah. Menurutnya, anak dan remaja perlu memahami bahwa mereka tetap dapat terpapar risiko asap rokok meskipun tidak menjadi perokok aktif.


“Anak-anak perlu memahami bahwa tidak merokok bukan berarti otomatis bebas dari bahaya asap rokok. Karena itu, pengetahuan tentang perokok pasif perlu dikenalkan sejak dini agar mereka mampu menjaga diri dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Dewi.


Menurutnya, edukasi kesehatan bagi siswa juga perlu disampaikan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik dan dunia mereka. Karena itu, kegiatan tidak hanya mengandalkan penyampaian materi, tetapi turut menggunakan media permainan edukatif.


Belajar Kesehatan lewat Permainan

Salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan adalah pengenalan media permainan edukatif berupa ular tangga. Media ini menjadi sarana pendukung untuk menyampaikan pesan mengenai bahaya menjadi perokok pasif dengan cara yang lebih menyenangkan dan dekat dengan keseharian siswa.


Tim pengabdian menjelaskan kepada peserta mengenai tujuan dan penggunaan media permainan tersebut sebagai bagian dari edukasi kesehatan. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, informasi mengenai bahaya asap rokok diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa.


“Kami ingin edukasi kesehatan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga meninggalkan media yang dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah. Harapannya, permainan edukatif ini dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali pesan tentang bahaya asap rokok,” tambah Dewi.


Sebagai bagian dari keberlanjutan kegiatan, media permainan edukatif tersebut kemudian diserahkan kepada pihak SMP An-Najiyah Sidosermo Surabaya. Media ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekolah sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan bagi siswa pada kesempatan berikutnya.


Kegiatan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga diri dari paparan asap rokok. Peserta diberikan pemahaman bahwa risiko asap rokok tidak hanya berkaitan dengan orang yang merokok, tetapi juga dapat berdampak pada orang-orang di sekitarnya.


Kepala SMP An-Najiyah Sidosermo Surabaya, Sumariyono, S.Pd., turut hadir bersama para guru dalam rangkaian kegiatan. Dukungan pihak sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan edukasi kesehatan bagi siswa.


Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami bahaya menjadi perokok pasif serta memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Sementara itu, keberadaan media permainan edukatif di sekolah diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pesan kesehatan setelah kegiatan pengabdian selesai.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama setelah seluruh rangkaian edukasi, diskusi, dan penyerahan media permainan edukatif selesai dilaksanakan.

Asap Tak Terlihat, Dampaknya Nyata! Siswa SMP An-Najiyah Belajar Bahaya Perokok Pasif lewat Permainan Edukatif
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin