| Halte Bus Trans Jatim/Foto: Radar Malang |
Rute layanan bus rapid transit ini
dipastikan melintasi Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menghubungkan
Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan Terminal Talangagung di Kepanjen.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa
Timur menargetkan layanan ini mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Kepastian rute dan nama tersebut
disampaikan saat Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang melakukan survei
penentuan titik halte pada Senin, 27 Juli 2026.
Survei berlangsung sepanjang jalur
dari Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Talangagung, melewati Bululawang dan
Gondanglegi, sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum layanan resmi
dijalankan.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub
Jatim, Ainur Rofiq, mengonfirmasi bahwa rute melalui Gondanglegi sudah
disepakati bersama Pemerintah Kabupaten Malang.
Ia juga menegaskan bahwa nama
Kanjuruhan, yang diambil dari identitas historis Kerajaan Kanjuruhan di Malang,
telah mendapat persetujuan resmi dari gubernur.
Kapan Trans Jatim Koridor II Mulai
Beroperasi?
Trans Jatim Koridor II ditargetkan beroperasi mulai
Oktober 2026.
ntuk mendukung target tersebut, tim
gabungan Dishub Jatim dan Dishub Kabupaten Malang tengah menuntaskan survei
lokasi halte di sepanjang jalur Hamid Rusdi–Talangagung sebagai dasar evaluasi
sebelum layanan diluncurkan ke publik.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko
Margianto, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur terus
berjalan karena kewenangan operasional koridor ini berada di tangan pemerintah
provinsi.
Menurutnya, survei rute dan halte
yang telah dilakukan menjadi bagian penting dari tahap persiapan akhir.
Mengapa Rute Gondanglegi yang
Akhirnya Dipilih?
Sebelum rute final ditetapkan,
Dishub Kabupaten Malang sempat mengajukan tiga alternatif jalur kepada Dishub
Provinsi Jawa Timur, yaitu Hamid Rusdi–Kacuk–Talangagung, Hamid
Rusdi–Sempalwadak–Talangagung, dan Hamid Rusdi–Gondanglegi–Talangagung.
Pertimbangan Pemilihan Rute
Setelah melalui kajian, rute melalui
Gondanglegi dipilih karena dua faktor utama.
Pertama, tingginya kebutuhan
masyarakat terhadap layanan transportasi umum di wilayah tersebut.
Kedua, kesiapan dukungan Pemerintah
Kabupaten Malang dalam menyediakan fasilitas pendukung seperti halte di
sepanjang jalur yang dilalui.
Apa Itu Skema Buy The Service dan
Kenapa Penting bagi Penumpang?
Trans Jatim Koridor II menggunakan skema Buy The Service
(BTS), yaitu sistem di mana pemerintah membayar operator berdasarkan jarak
tempuh dan jadwal layanan, bukan berdasarkan jumlah penumpang yang naik.
Artinya, bus akan tetap berangkat
sesuai jadwal yang ditentukan meskipun kursi belum terisi penuh, tanpa perlu
"ngetem" menunggu penumpang.
Bagi warga Malang Raya, skema ini
memberi kepastian jadwal yang jauh lebih bisa diandalkan dibandingkan angkutan
konvensional.
Ainur Rofiq menegaskan bahwa yang
terpenting dari skema BTS adalah kepastian layanan bagi masyarakat, sehingga
kebutuhan transportasi publik dapat terpenuhi secara konsisten.
Bagaimana Proses Penetapan Nama
Kanjuruhan?
Sebelum nama Kanjuruhan ditetapkan,
Pemkab Malang mengajukan tiga usulan nama kepada Pemerintah Provinsi Jawa
Timur, yaitu Garudeya, Kanjuruhan, dan Panji.
Atas arahan Bupati Malang HM Sanusi,
nama Kanjuruhan akhirnya dipilih sebagai usulan resmi hingga mendapat
persetujuan Gubernur Jawa Timur.
Jumlah Armada yang Disiapkan
Untuk mendukung operasional Koridor
II, disiapkan 15 unit armada Bus Kanjuruhan, terdiri atas 14 bus operasional
dan satu unit bus cadangan.
Armada ini akan melayani rute sepanjang Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Talangagung setiap hari begitu layanan resmi diluncurkan.

Bus Trans Jatim/Foto: Times Indonesia
Bagaimana Proses Survei Titik Halte
Dilakukan?
Survei titik pemberhentian dilakukan
sepanjang jalur dari Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Talangagung, dengan
total sekitar 40 titik halte yang ditinjau, terbagi menjadi 20 titik untuk arah
menuju Malang dan 20 titik menuju Talangagung.
Penentuan lokasi halte
mempertimbangkan jarak antartitik, kondisi lalu lintas, aksesibilitas warga,
serta masukan masyarakat di sekitar jalur yang dilalui.
Apa Dampak Trans Jatim Koridor II
bagi Warga Malang Raya?
Kehadiran Trans Jatim Koridor II diharapkan
memberikan sejumlah manfaat langsung bagi warga Malang Raya, terutama yang
tinggal di kawasan Bululawang dan Gondanglegi.
- Mempermudah mobilitas warga dari wilayah selatan
Kabupaten Malang menuju pusat Kota Malang tanpa bergantung pada kendaraan
pribadi.
- Berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di
jalur Malang–Kepanjen pada jam sibuk.
- Membuka peluang integrasi antarmoda dengan
angkutan lain di sekitar Terminal Hamid Rusdi dan Terminal Talangagung.
- Memberi alternatif transportasi yang lebih
terjangkau bagi pelajar, mahasiswa, dan pekerja komuter.
Selain itu, keberadaan Koridor II
juga berpotensi menekan biaya transportasi harian, khususnya bagi warga yang
selama ini harus berganti beberapa kali angkutan untuk mencapai pusat kota.
Dengan jadwal yang lebih pasti
berkat skema BTS, warga dapat merencanakan waktu keberangkatan dengan lebih
baik, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah.
Bagian dari Jaringan Trans Jatim
yang Lebih Luas di Malang Raya
Trans Jatim Koridor II bukan satu-satunya layanan yang
disiapkan untuk kawasan Malang Raya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga
tengah menyiapkan koridor tambahan lain dengan rute Arjosari–Batu–Kepanjen,
sebagai bagian dari perluasan jaringan transportasi umum berbasis bus rapid
transit di wilayah ini.
Kehadiran beberapa koridor sekaligus
menunjukkan arah kebijakan Pemprov Jatim untuk menjadikan Malang Raya sebagai
salah satu kawasan percontohan transportasi publik terintegrasi di luar
Surabaya.
Jika Koridor II beroperasi sesuai
target, warga di jalur Kota Malang–Bululawang–Gondanglegi–Kepanjen akan
memiliki pilihan transportasi umum yang lebih layak dibandingkan kondisi saat
ini, yang sebagian besar masih mengandalkan angkutan kota dan kendaraan
pribadi.
Dengan rute yang sudah dipastikan dan target operasional Oktober 2026, warga Malang Raya kini tinggal menunggu tahap akhir persiapan sebelum Bus Kanjuruhan resmi melayani jalur Hamid Rusdi–Talangagung.
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)