![]() |
| Pameran boneka artistik UWORLD dengan berbagai karakter pria dan wanita mengenakan busana elegan. |
Radar Newsroom – Robot humanoid China mencatat lompatan kemampuan mencolok sepanjang akhir 2025 hingga pertengahan 2026.
Dari
panggung Gala Imlek CCTV sampai etalase penjualan daring, robot buatan Unitree
Robotics, Galbot, Noetix, MagicLab, dan UBTech kini tak lagi sekadar bahan
tertawaan karena gerakannya yang kaku.
Robot
humanoid China terbaru sudah bisa bertarung kungfu, salto berulang tanpa
kehilangan keseimbangan, bekerja di lini produksi baterai, hingga dipasarkan
sebagai teman hidup bagi lansia dan orang yang tinggal sendirian.
Aksi Kungfu dan Salto: Bukti
Kemajuan Fisik Robot Humanoid China
Gala Malam
Tahun Baru Imlek CCTV kembali dijadikan etalase kemajuan robotika China.
Video
pertunjukan robot kungfu yang beredar di YouTube berjudul "China Pamer
Robot Kung Fu, Sekadar Atraksi atau Pasukan Perang Masa Depan?" memperlihatkan
gerakan robot yang kini menyerupai atlet bela diri sungguhan, lengkap kuda-kuda
dan salto nyaris sempurna.
Menurut
analisis CNN, kelenturan gerak robot Unitree tahun ini jauh melampaui performa
setahun sebelumnya. Sorotan lain dari panggung tersebut:
Belasan
unit Unitree tampil kungfu berpasangan dengan atlet bela diri manusia memakai
tongkat dan nunchaku, MagicLab menampilkan koreografi menari bertema "Made
in China", Noetix Robotics memamerkan robot yang dibuat menyerupai wajah
manusia asli dalam sketsa komedi, dan Galbot memperagakan pekerjaan rumah
tangga seperti memecah kenari, menusuk sosis, dan melipat pakaian.
CEO
Unitree, Wang Xingxing, mengaku performa tahun ini digarap di bawah tekanan
besar. Bukti persaingan antarperusahaan robotika China berlangsung ketat.
Robot Humanoid China Mulai Masuk
Pabrik dan Lini Produksi
Di balik
gemerlap panggung hiburan, arah pengembangan robot humanoid China sebenarnya
jauh lebih pragmatis: menjawab kebutuhan industri di tengah tekanan biaya
tenaga kerja yang terus naik.
Kontrak Nyata di Sektor Baterai dan
Logistik
Galbot
telah mengoperasikan robot humanoidnya di pabrik milik CATL, raksasa baterai
China yang juga investornya. Namun industri masih menghadapi tantangan besar
soal kematangan software.
UBTech
mengakui kepada CNN model paling canggih mereka baru mencapai sekitar 80 persen
produktivitas manusia, itu pun hanya untuk tugas tertentu seperti menyusun
kotak dan menyortir paket.
Pasar Sewa Robot yang Meledak
AGIBOT
meluncurkan anak usaha SHAREBOT yang memproyeksikan pasar sewa robot humanoid
bisa menembus 1,5 miliar dolar AS pada akhir 2026.
Konsumen
dapat menyewa robot mulai dari 3.500 yuan (sekitar 517 dolar AS) per hari
termasuk operator manusia, dan dalam tiga bulan pertama sudah mencatat lebih
dari 5.500 pesanan.
Ai Lin, livestreamer
asal Hangzhou, mengaku beralih ke bisnis penyewaan robot setelah terinspirasi
Gala Imlek tahun lalu, meski pasar jual-beli robot humanoid diakuinya belum
benar-benar lepas landas.
Di kota
besar China, robot humanoid kini terasa di ruang publik dari robot polisi lalu
lintas di Hangzhou sampai robot yang meracik kopi dan menuang bir di Beijing,
Shanghai, dan Shenzhen.
Pemerintah
China turut mendorong percepatan adopsi ini.
Awal bulan
ini, Beijing meluncurkan inisiatif nasional untuk menerapkan robot humanoid di
lebih dari 100 skenario bernilai tinggi hingga akhir tahun, sementara Morgan
Stanley memproyeksikan satu miliar unit robot humanoid beroperasi pada 2050
dengan nilai pasar lebih dari 5 triliun dolar AS.
Robot Humanoid China Kini Dijual
sebagai Pendamping Hidup
UBTech
mulai memasarkan robot bernama U1 sebagai teman hidup, bukan sekadar alat bantu
kerja.
Spesifikasi dan Harga Robot U1
UBTech
mengklaim U1 sebagai robot humanoid full-sized pertama di dunia yang
dirancang untuk produksi massal, resmi diluncurkan di Shenzhen akhir Juni 2026,
dilengkapi kamera pada mata, sensor di dada, dan mikrofon.
Harganya
mulai dari 119.800 yuan (sekitar 17.600 dolar AS) untuk versi dasar hingga
990.000 yuan (sekitar 145.700 dolar AS) untuk versi "Ultra".
Konsumen
bahkan bisa mengustomisasi rambut, wajah, dan pakaian robot agar menyerupai
orang terkasih, selebritas, atau karakter fiksi.
Kepala
merek UWorld milik UBTech, Michael Tam, menegaskan robot ini dirancang untuk
menemani penggunanya seumur hidup.
Perusahaan
menyasar warga lajang dan lansia di atas 60 tahun, masing-masing diperkirakan
mencapai 120 juta dan 320 juta orang di China dengan klaim lebih dari 13.300
pre-order dan pengiriman mulai September 2026.
Batas Kemampuan U1 Saat Ini
Versi
dasar U1 baru mampu menggerakkan kepala, mata, dan mulut, dengan daya tahan
baterai sekitar empat jam.
Robot ini
belum bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau memasak, dan untuk saat ini
tidak dirancang untuk hubungan intim, meski diklaim mampu mengobrol soal
keseharian pengguna hingga mengingatkan jadwal minum obat.
Bukan Fenomena Baru
Fenomena
robot sebagai pendamping hidup di China bukan hal baru. Pada 2017, insinyur AI
asal Hangzhou, Zheng Jiajia, sempat jadi sorotan dunia setelah menikahi robot
buatannya sendiri bernama Yingying dalam upacara tradisional.
Kisah ini
menunjukkan kebutuhan pendamping berbasis teknologi di China sudah muncul jauh
sebelum robot humanoid semaju sekarang, kini dijawab lewat produk komersial
seperti U1.
China
bukan satu-satunya negara pengguna AI untuk mengatasi kesepian.
Lian Jye Su, analis kepala Omdia, menyoroti boneka bertenaga ChatGPT di panti jompo Korea Selatan serta perangkat ElliQ untuk lansia, sembari mengingatkan pasarnya masih niche dan robot semacam ini harus lolos uji "uncanny valley" agar diterima secara emosional.
Skala Industri: China Kuasai 85
Persen Instalasi Robot Humanoid Dunia
Data
Barclays menunjukkan China menyumbang 85 persen dari total instalasi robot
humanoid dunia tahun lalu.
Pemerintah
China menetapkan robotika sebagai industri strategis, dengan lebih dari 140
perusahaan yang telah meluncurkan lebih dari 330 model robot humanoid.
UBTech
menargetkan produksi sekitar 5.000 unit per tahun dengan harga di bawah 20.000
dolar AS per unit, sementara Deep Robotics mulai melangkah ke IPO.
Perlu
dicatat, sebagian besar demonstrasi mengesankan di panggung dan video viral
masih diprogram sebelumnya atau dikendalikan operator manusia, bukan sepenuhnya
otonom.
Kenapa Tren Robot Humanoid China Ini
Layak Diperhatikan
Perkembangan
robot humanoid China menunjukkan pola serupa banyak inovasi teknologi lain:
dimulai dari demo hiburan, merambah ke industri, lalu menyentuh ranah personal
manusia, termasuk soal kesepian dan kebutuhan teman hidup.
Bagi
pekerja manufaktur, tren ini sebaiknya dilihat sebagai sinyal memahami
otomatisasi, bukan ancaman semata.
Jarak
antara panggung hiburan dan aplikasi nyata robot humanoid China kini semakin
tipis, mengikutinya dari sekarang akan membuat siapa pun lebih siap menghadapi
perubahan.

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)