TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Gus Riza Pimpin FKMT Kediri, Bawa Dakwah Masuk ke Ranah Roblox dan Mobile Legends

Di bawah nahkoda baru, Gus Riza Sahlan Siroj, FKMT Kabupaten Kediri kini tidak ingin sekadar menjadi organisasi formalitas. Dengan semangat Society 5.
Ukuran huruf
Print 0

KEDIRI, RADAR NEWSROOMDi salah satu sudut ruangan, suara riuh obrolan tentang strategi dakwah terdengar hangat. Bukan di mimbar masjid atau aula pertemuan, melainkan di balik layar gawai yang kini digadang-gadang bakal menjadi “medan tempur” baru bagi Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) Kabupaten Kediri.

Di bawah nahkoda baru, Gus Riza Sahlan Siroj, FKMT Kabupaten Kediri kini tidak ingin sekadar menjadi organisasi formalitas. Dengan semangat Society 5.0, Gus Riza membawa misi besar: menjemput bola hingga ke ruang digital yang selama ini sering luput dari jangkauan dakwah konvensional.

Melebur Sekat, Merangkul Umat 

Pengukuhan Gus Riza sebagai ketua baru menjadi tonggak sejarah. Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti KH. Abdullah Kafabihi Mahrus dari Lirboyo dan jajaran pimpinan lintas ormas—NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, hingga LDII—di acara pengukuhan, menegaskan bahwa FKMT adalah "rumah bersama".

“Kita ingin melebur sekat. FKMT adalah wadah silaturahmi akbar. Tidak ada lagi kotak-kotak ormas saat kita bicara tentang umat yang berakhlak,” ujar Gus Riza dengan sorot mata optimistis.

Dakwah di Antara Roblox dan Mobile Legends 

Ada 1.387 majelis ta'lim yang menjadi tanggung jawab FKMT. Angka yang besar, namun sekaligus tantangan yang tidak mudah. Gus Riza sadar, generasi yang ia hadapi hari ini adalah Generasi Z dan Generasi Alpha yang "bernapas" melalui internet.

Ia melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan sekaligus menarik: dakwah harus masuk ke dunia game.

“Dakwah hari ini tidak hanya dari masjid ke masjid. Kita harus belajar melihat tren seperti Majelis Roblox atau Majelis Mobile Legends yang sedang viral. Di sana ada anak-anak muda kita yang juga butuh sentuhan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.

Baginya, dakwah digital bukan tentang mengubah esensi ajaran, melainkan soal relevansi cara penyampaian. Ketika respek sosial di dunia nyata mulai menipis, pendekatan yang ramah, tidak menggurui, dan akrab dengan gaya hidup anak muda adalah kunci.

Lompatan Besar Menanti

Langkah ini mendapat dukungan luas. Kemenag Kabupaten Kediri menyebut kehadiran FKMT era baru ini sebagai "angin segar". Begitu pula dengan ormas-ormas yang menaruh harapan besar agar FKMT mampu menjadi motor penggerak sinergi yang nyata, bukan sekadar papan nama.

Kini, mata publik Kediri tertuju pada langkah selanjutnya. Rapat Kerja yang akan segera digelar nanti akan menjadi pembuktian: sejauh mana FKMT mampu menerjemahkan visi dakwah modern ini ke dalam program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Satu hal yang pasti, Gus Riza telah memulai babak baru. Di Bumi Panjalu, dakwah kini tak lagi hanya bicara tentang dinding-dinding masjid, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai keislaman mampu merasuki setiap sendi kehidupan, termasuk di dunia digital yang tak pernah tidur. 

Gus Riza Pimpin FKMT Kediri, Bawa Dakwah Masuk ke Ranah Roblox dan Mobile Legends
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin