TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Duel Klasik Berlanjut: Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Messi vs Bellingham Jadi Sorotan

Ukuran huruf
Print 0
Tangkapan layar dari akun instagram fifaworldcup.

RADAR NEWSROOM - Salah satu rivalitas terpanas dalam sejarah sepak bola dunia akan kembali tersaji di panggung Piala Dunia. Argentina dan Inggris dipastikan bertemu di babak semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis, 16 Juli waktu setempat, mempertaruhkan satu tiket ke partai puncak turnamen.

Jadwal dan Lokasi Pertandingan

Laga akbar ini akan digelar di Atlanta Stadium, yang juga dikenal dengan nama Mercedes-Benz Stadium, di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Kick-off dijadwalkan pukul 02.00 dini hari.

Stadion berkapasitas sekitar 68.239 penonton ini bakal menjadi saksi laga ketujuh sekaligus terakhir Piala Dunia yang digelar di venue tersebut, yang dikenal memiliki desain atap dapat dibuka-tutup serta layar video 360 derajat yang futuristik.

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga yang berlangsung dini hari waktu setempat ini dipastikan akan menyedot perhatian besar mengingat statusnya sebagai salah satu partai paling ditunggu sepanjang turnamen.

Jalan Berliku Kedua Tim Menuju Semifinal

Argentina memastikan tempat di empat besar setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu di perempat final.

Gol indah Julian Alvarez dari luar kotak penalti pada menit ke-112 membawa Argentina unggul, sebelum Lautaro Martinez menggenapkan kemenangan lewat gol penutup di menit ke-120.

Sebelumnya, Argentina harus melalui jalan terjal, termasuk comeback dramatis dari ketertinggalan 0-2 melawan Mesir di babak 16 besar sebelum menang 3-2.

Di sisi lain, Inggris melaju ke semifinal usai mengalahkan Norwegia 2-1 lewat perpanjangan waktu di perempat final. Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol, termasuk gol penentu di awal babak tambahan setelah memanfaatkan bola muntah dari kiper Norwegia.

Bellingham kini tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan babak gugur berturut-turut di turnamen yang sama sejak era Diego Maradona pada 1986.

Pertemuan Pertama Sejak 2002

Duel Argentina melawan Inggris di ajang Piala Dunia bukan hal baru, namun kali ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak fase grup Piala Dunia 2002, ketika Inggris menang tipis 1-0.

Rivalitas kedua negara diwarnai sejumlah momen legendaris, mulai dari gol kontroversial "Tangan Tuhan" Diego Maradona pada 1986, hingga insiden kartu merah David Beckham akibat menendang Diego Simeone pada Piala Dunia 1998.

Yang membuat laga kali ini semakin istimewa adalah fakta bahwa Lionel Messi belum pernah menghadapi Inggris dalam pertandingan resmi sepanjang kariernya, meski di level klub ia sudah puluhan kali membobol gawang tim-tim asal Inggris.

Tangkapan layar dari akun instagram judebellingham.

Ini bisa jadi menjadi kesempatan terakhir bagi Messi menghadapi Inggris di ajang Piala Dunia, mengingat usianya yang sudah menginjak 39 tahun.

Performa Individu Jadi Penentu

Messi tampil sebagai salah satu kandidat kuat peraih sepatu emas turnamen dengan delapan gol, sama banyaknya dengan penyerang Prancis Kylian Mbappe.

Ia bahkan mencetak gol di setiap pertandingan hingga babak 16 besar, sekaligus memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia menjadi 21 gol.

Dari kubu Inggris, duet Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi andalan utama lini serang, dengan keduanya menyumbang 12 dari 13 gol yang telah dicetak tim asuhan Thomas Tuchel sepanjang turnamen.

Kendati demikian, pelatih Tuchel sempat melontarkan kritik tajam terhadap penampilan timnya saat mengalahkan Norwegia, menyebutnya kurang cepat dan diwarnai banyak kesalahan teknis.

Kabar Kebugaran Skuad Argentina

Tangkapan layar dari akun instagram leomessi.

Kabar baik datang dari kubu Argentina menjelang laga ini. Dua pemain penting, Leandro Paredes dan Cristian Romero, dilaporkan telah pulih dan siap tampil membela Albiceleste menghadapi Inggris, setelah sempat diragukan kondisinya pascalaga melawan Swiss.

Prediksi dan Taruhan di Atas Angin

Menariknya, superkomputer prediksi milik Opta justru menjagokan Inggris dengan peluang menang 38,9 persen dalam waktu normal, sedikit di atas peluang Argentina yang berada di angka 34,1 persen.

Model prediksi tersebut turut memperkirakan ada kemungkinan 27 persen laga akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, mengingat kedua tim sama-sama menunjukkan mentalitas juang tinggi sepanjang turnamen.

Menanti Sang Juara Menuju Final

Tim pemenang dari laga ini akan melaju ke partai final yang digelar pada hari Senin, 20 Juli 2026 dini hari untuk menghadapi pemenang laga semifinal lainnya.

Dengan reputasi Argentina sebagai juara bertahan tiga kali juara dunia, serta ambisi Inggris mengakhiri puasa gelar sejak 1966, laga semifinal ini diprediksi akan menjadi salah satu partai paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia modern.

Duel Klasik Berlanjut: Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Messi vs Bellingham Jadi Sorotan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin