![]() |
| Gambar pohon-pohon di wisata Djawatan Banyuwangi |
RADAR NEWSROOM - Kalau Anda sedang mencari wisata alam Banyuwangi yang unik dan jarang ditemukan di tempat lain, Djawatan Banyuwangi wajib masuk daftar kunjungan.
Hutan yang
dulunya hanya dikenal warga sekitar ini kini menjadi salah satu tempat wisata
Banyuwangi paling ramai dicari, berkat deretan pohon trembesi raksasa yang
membuat suasananya terasa seperti negeri dongeng.
Dikenal
juga dengan nama De Djawatan atau Djawatan Benculuk, kawasan ini sering
dijuluki "Hutan Lord of the Rings" versi Indonesia.
Artikel ini
akan mengupas tuntas sejarah, lokasi, harga tiket terbaru, jam operasional,
hingga tips praktis agar kunjungan Anda ke Djawatan Banyuwangi semakin
maksimal.
Sejarah Djawatan Banyuwangi
Sejarah
Djawatan Banyuwangi bermula sejak era kolonial Belanda. Pada masa itu, kawasan
ini digunakan sebagai lokasi penimbunan kayu jati oleh dinas kehutanan atau
"jawatan" dari sinilah nama Djawatan berasal, yang dalam bahasa Jawa
berarti hutan atau kawasan kehutanan.
Selama
puluhan tahun, hutan ini nyaris tidak dikenal wisatawan luar daerah. Warga
sekitar memanfaatkannya sebagai sumber kayu dan hasil hutan non-kayu untuk
kebutuhan sehari-hari.
Barulah
sekitar tahun 2017, foto-foto pohon trembesi raksasa di kawasan ini viral di
media sosial dan langsung menyedot perhatian publik secara nasional.
Sejak viral
itulah, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan selaku
pemegang lahan mulai mengelola kawasan ini secara lebih serius, bekerja sama
dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi dan pihak swasta.
Jalur trekking ditata, fasilitas dasar dibangun, dan akhirnya Djawatan resmi bertransformasi dari hutan penyimpanan kayu menjadi destinasi wisata alam andalan Banyuwangi.
Lokasi dan Akses Menuju Djawatan Banyuwangi
Lokasi
Djawatan berada di Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten
Banyuwangi, Jawa Timur.
Jaraknya sekitar 30–45 km dari pusat Kota Banyuwangi, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam menggunakan kendaraan pribadi.
Rute dari Pusat Kota
Banyuwangi
Berikut rute yang
paling umum digunakan wisatawan:
- Dari Kota Banyuwangi, ambil
jalur utama menuju Rogojampi.
- Lanjutkan perjalanan ke arah
selatan melewati Kecamatan Srono.
- Teruskan hingga tiba di
pertigaan Desa Benculuk, tempat berdiri Masjid Jami' Al-Falah yang cukup
besar.
- Pintu masuk kawasan Djawatan
berada di gang sebelah utara masjid tersebut.
Papan penunjuk arah menuju lokasi tergolong tidak terlalu mencolok, jadi jangan ragu bertanya kepada warga sekitar atau mengandalkan aplikasi peta digital agar tidak tersesat.
Menggunakan Transportasi Umum
Bagi yang
tidak membawa kendaraan pribadi, Anda bisa turun di Stasiun Banyuwangi Baru,
lalu melanjutkan perjalanan ke Terminal Karangente menggunakan angkutan
umum.
Dari sana, naik bus jurusan Jember atau Surabaya dan turun di pertigaan lampu merah Benculuk, kemudian lanjutkan dengan ojek atau jalan kaki sekitar 1 km menuju lokasi.
Daya Tarik Utama Hutan Trembesi Djawatan
Daya tarik
utama Djawatan Banyuwangi tentu saja hutan trembesinya. Kawasan seluas kurang
lebih 4–6 hektar ini ditumbuhi sekitar 805 pohon trembesi (Samanea saman) yang
diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun, dengan tinggi mencapai 20–30meter
dan diameter batang 400–500 cm.
Cabang-cabangnya
yang menjalar lebar hampir seluruhnya diselimuti lumut, benalu, dan tanaman
paku, menciptakan kesan hutan purba yang magis.
Tajuk pohon
yang saling bertautan di bagian atas membentuk atap alami yang menaungi hampir
seluruh kawasan, sehingga suasananya tetap sejuk meski matahari sedang terik.
Julukan "Hutan Lord of the Rings" alias Fangorn Forest
Karena
bentuk pohonnya yang besar, berlumut, dan sedikit magis, banyak pengunjung
menyamakan suasana Djawatan dengan Fangorn Forest, hutan fiktif dalam trilogi
film The Lord of the Rings.
Ada pula yang membandingkannya dengan hutan trembesi terkenal di Selandia Baru. Julukan hutan mirip Lord of the Rings inilah yang membuat Djawatan mendadak populer di media sosial sejak 2017 hingga sekarang.
Aktivitas yang Bisa
Dilakukan di Djawatan Banyuwangi
Selain menikmati
suasana hutan, ada beberapa aktivitas seru yang bisa dicoba:
- Fotografi dan foto prewedding
banyak pasangan memilih Djawatan sebagai lokasi foto pranikah karena latar
alamnya yang tidak biasa.
- Piknik keluarga area yang teduh
dan rindang sangat nyaman untuk menggelar tikar bersama keluarga.
- Naik delman atau berkuda
pengelola menyediakan delman wisata (sekitar Rp30.000) dan penyewaan kuda
untuk berkeliling hutan.
- Bermain ATV atau motocross mini
cocok untuk anak-anak yang ingin sedikit tantangan.
- Trekking santai menyusuri jalur
yang sudah ditata rapi sambil menikmati udara segar.
- Kuliner lokal mencicipi rujak soto atau nasi tempong khas Banyuwangi di warung sekitar area wisata.
Spot Foto Terbaik di Djawatan
Bagi pemburu spot foto
Banyuwangi yang estetik, beberapa titik berikut paling banyak diburu
pengunjung:
- Bawah pohon trembesi terbesar
dengan akar menjalar yang khas.
- Jembatan kayu kecil di tengah
kawasan hutan.
- Area dengan cahaya matahari
menembus celah kanopi (golden hour).
- Jalur trekking berlatar barisan
pohon rapat yang menciptakan efek "lorong hutan".
Untuk hasil foto terbaik, datanglah pada pagi hari saat cahaya masih lembut, atau menjelang sore ketika langit mulai berwarna keemasan.
Fasilitas di Djawatan Banyuwangi
Sebagai destinasi
wisata yang sudah dikelola cukup baik, Djawatan dilengkapi berbagai fasilitas
pendukung:
- Area parkir luas untuk motor
dan mobil.
- Toilet umum yang cukup terawat.
- Mushola kecil untuk beribadah.
- Warung makan dan minimarket
sederhana.
- Gazebo dan tempat duduk di
sepanjang jalur trekking.
- Lapangan terbuka untuk
bersantai atau berolahraga ringan.
- Jasa pemandu wisata lokal
(opsional).
- Beberapa area dilengkapi Wi-Fi gratis.
Harga Tiket Masuk
Djawatan Banyuwangi Terbaru
Salah satu daya tarik
lain dari Djawatan adalah tiket masuk Djawatan Banyuwangi yang sangat
terjangkau. Berikut kisaran harga terbaru:
|
Jenis
Biaya |
Estimasi
Harga |
|
Tiket
masuk per orang |
Rp 7.500
(kisaran Rp 5.000–10.000 tergantung sumber & musim) |
|
Parkir
motor |
Rp 2.000 |
|
Parkir
mobil |
Rp 5.000 |
|
Sewa
delman keliling |
Mulai Rp
30.000 |
|
Sewa kuda
/ ATV |
Tarif
tambahan, tergantung durasi |
|
Foto
prewedding / shooting profesional |
Rp
110.000 – Rp 825.000 (tergantung keperluan) |
Catatan: harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat musim liburan atau hari besar. Sebaiknya cek info terbaru melalui media sosial resmi pengelola sebelum berangkat.
Jam Buka Djawatan Banyuwangi
Djawatan
Banyuwangi buka setiap hari, termasuk akhir pekan dan hari libur nasional,
mulai pukul 08.00–17.00 WIB (beberapa sumber menyebut mulai 07.00 WIB).
Disarankan datang pagi atau sore hari untuk mendapatkan suasana yang lebih tenang, cahaya yang lebih lembut untuk foto, dan udara yang tidak terlalu terik.
Tips Berkunjung ke Djawatan Banyuwangi
Agar kunjungan lebih
nyaman, perhatikan beberapa tips berikut:
- Kenakan pakaian dan sepatu yang
nyaman untuk berjalan di area tanah yang kadang lembap.
- Bawa topi, kacamata hitam, atau
payung karena meski rindang, siang hari tetap bisa terik.
- Siapkan kamera atau smartphone
dengan baterai penuh untuk berburu foto.
- Hindari berkunjung saat musim
hujan karena tanah cenderung licin dan becek.
- Datang lebih awal di akhir
pekan agar tidak berdesakan dengan pengunjung lain.
- Siapkan uang tunai secukupnya
untuk tiket, parkir, dan jajanan lokal.
Waktu Terbaik Datang ke Djawatan
Waktu
terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 08.00–10.00 WIB atau
sore hari menjelang pukul 15.30–17.00 WIB. Selain suasana lebih sejuk dan sepi,
pencahayaan alami di jam-jam tersebut jauh lebih ideal untuk fotografi.
Sebisa mungkin, hindari musim hujan (umumnya Desember–Februari) karena jalur trekking bisa licin dan kurang nyaman dijelajahi.
Destinasi Wisata Terdekat dari Djawatan
Karena letaknya cukup
strategis, Djawatan bisa digabungkan dengan kunjungan ke destinasi lain di
sekitarnya, seperti:
- Pantai Pulau Merah, yang
terkenal dengan sunset dan ombak untuk berselancar.
- Kawah Ijen dengan fenomena blue
fire yang mendunia.
- Taman Nasional Baluran,
dijuluki "Little Africa van Java".
- Alas Purwo bagi pencinta wisata
hutan dan pantai tersembunyi.
- Pusat kuliner khas Banyuwangi di sekitar Kota Banyuwangi.
Rekomendasi Itinerary
Singkat 1 Hari
Berikut contoh
itinerary singkat bila Anda ingin menjadikan Djawatan sebagai destinasi utama
dalam sehari:
- 07.00 Berangkat dari pusat Kota
Banyuwangi menuju Djawatan.
- 08.30 Tiba di Djawatan, membeli
tiket masuk, dan mulai eksplorasi hutan trembesi.
- 10.30 Sesi foto di beberapa
spot favorit dan mencoba naik delman.
- 11.30 Istirahat dan mencicipi
kuliner lokal di warung sekitar.
- 12.30 Melanjutkan perjalanan ke
Pantai Pulau Merah untuk menikmati suasana pantai.
- 16.00 Kembali ke Kota
Banyuwangi atau lanjut mencari penginapan untuk bermalam.
Informasi Praktis bagi
Wisatawan
|
Informasi |
Keterangan |
|
Lokasi |
Purwosari,
Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur |
|
Harga
Tiket |
Mulai Rp
5.000 – Rp 10.000 per orang |
|
Jam
Operasional |
Setiap
hari, 08.00–17.00 WIB |
|
Estimasi
Durasi Wisata |
1,5 – 2
jam |
|
Fasilitas |
Parkir,
toilet, mushola, warung, gazebo, jalur trekking, spot foto |
|
Cocok
Untuk |
Wisata
keluarga, foto prewedding, healing, fotografi, backpacker |
Djawatan
Banyuwangi adalah bukti bahwa keindahan alam Indonesia tidak kalah dengan
hutan-hutan fantasi yang selama ini hanya bisa dinikmati lewat layar film.
Dengan
tiket masuk yang murah, akses yang relatif mudah, serta daya tarik hutan
trembesi raksasa yang unik, tempat ini layak menjadi bagian dari itinerary
liburan Anda di Banyuwangi.
Jika
direncanakan dengan baik, kunjungan ke Djawatan bisa dipadukan dengan destinasi
lain di sekitarnya, mulai dari pantai hingga kawah vulkanik, menjadikan
perjalanan Anda ke Banyuwangi semakin lengkap dan berkesan.

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)