Radar Newsroom - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar delapan wilayah yang masih berpotensi hujan pada Sabtu (11/7), di tengah musim kemarau yang kian meluas di sebagian besar Indonesia.
Data ini termuat dalam Prospek Cuaca Sepekan periode 10-16 Juli 2026 yang dipublikasikan BMKG.
Kedelapan wilayah tersebut tersebar dari Sumatra hingga Papua. Selain potensi hujan, BMKG juga mencatat sebelas wilayah lain berpotensi diterpa angin kencang pada hari yang sama.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Hujan Hari Ini?
Delapan wilayah berpotensi hujan pada Sabtu (11/7) adalah Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Jumlah wilayah ini menyusut dibanding hari sebelumnya seiring makin meluasnya musim kemarau.
Berikut daftar lengkapnya:
- Riau
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan
BMKG mencatat Papua Selatan berstatus siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga masyarakat di wilayah tersebut diminta lebih waspada dibanding daerah lain dalam daftar.
Mengapa Hujan Masih Terjadi di Tengah Musim Kemarau?
Hujan masih berpotensi terjadi karena aktivitas gelombang atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal maupun regional, meski musim kemarau telah melanda mayoritas wilayah Indonesia.
BMKG mengungkap Madden-Julian Oscillation (MJO) berinteraksi dengan Gelombang Rossby Ekuator di sekitar Samudra Hindia timur laut hingga utara Aceh, Laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Filipina Bagian selatan, serta Samudra Pasifik yang terletak di utara Halmahera hingga Papua.
Siklon Tropis Bavi turut memengaruhi kondisi atmosfer meski posisinya di Laut Filipina, sebelah utara Papua Barat, dan terus bergerak menjauhi Indonesia.
Keberadaan siklon ini memicu pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Filipina utara Papua Barat, Laut Sulu, serta Laut Halmahera bagian utara.
Sistem tersebut juga membentuk low level jet di sepanjang Samudra Pasifik utara hingga timur Filipina, yang berpotensi meningkatkan kecepatan angin di wilayah sekitarnya.
BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali, karena hujan tetap berpeluang turun saat atmosfer masih cukup lembap.
Wilayah Mana yang Berpotensi Angin Kencang?
Sebelas wilayah berpotensi angin kencang pada Sabtu (11/7), meliputi kawasan barat hingga timur Indonesia.
Angin kencang ini terkait dengan sistem tekanan rendah dan pergerakan Siklon Tropis Bavi di utara Papua Barat.
Pengendara kendaraan bermotor dan warga di kawasan pesisir diimbau waspada karena angin kencang berpotensi mengganggu aktivitas transportasi darat maupun laut.
| Hujan ringan mengguyur kawasan hutan tropis Kalimantan Utara |
Bagaimana Distribusi Curah Hujan Nasional Pekan Ini?
Distribusi curah hujan nasional pada Dasarian II Juli 2026 didominasi kategori rendah, dengan hanya 0,04 persen wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi.
BMKG mencatat 7,32 persen wilayah berada pada kategori menengah, sementara 92,64 persen sisanya masuk kategori rendah.
Data ini menegaskan bahwa mayoritas wilayah Indonesia telah memasuki fase kering, meski beberapa titik masih berpeluang diguyur hujan akibat gangguan atmosfer lokal.
Apakah Musim Kemarau 2026 Sudah Merata di Indonesia?
Musim kemarau 2026 belum sepenuhnya merata karena sejumlah wilayah utara Indonesia, seperti Kalimantan Utara, Sulawesi, dan Papua, masih berpotensi hujan akibat pengaruh MJO dan sistem siklon tropis.
Sementara itu, kawasan selatan ekuator seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah lebih dulu memasuki puncak musim kemarau dengan curah hujan rendah.
BMKG mengimbau masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk menghindari dehidrasi selama musim kemarau berlangsung.
Kesimpulan
BMKG mencatat delapan wilayah masih berpotensi hujan pada Sabtu (11/7), yaitu Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan, sementara sebelas wilayah lain berpotensi angin kencang.
Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang meluas, dengan 92,64 persen wilayah Indonesia berada pada kategori curah hujan rendah akibat aktivitas MJO dan Siklon Tropis Bavi.
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)