TfY7GfCoTpY7GUG5BUr0BUzpTd==
Breaking
News

Mahasiswi Unigoro Juara Monolog Peksimida Jatim 2026

Dewi Melati Zahro, mahasiswi Hukum Unigoro Bojonegoro, raih Juara Harapan III monolog Peksimida Jatim 2026 lewat naskah Balada Sumarah di UNEJ.
Ukuran huruf
Print 0
Dewi Melati Zahro mahasiswi Unigoro Bojonegoro tampil monolog Balada Sumarah di Peksimida Jawa Timur 2026
Dewi Melati Zahro mahasiswi Unigoro Bojonegoro tampil monolog Balada Sumarah di Peksimida Jawa Timur 2026
RadarNewsroom - Dewi Melati Zahro, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro), meraih Juara Harapan III tangkai lomba monolog dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026, Kamis (9/7/2026).

Prestasi itu diraih lewat penampilan monolog berjudul Balada Sumarah karya Tentrem Lestari yang berhasil menyita perhatian dewan juri di Gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE), tempat seleksi tangkai lomba monolog Peksimida Jatim 2026 digelar.

Tangkai lomba monolog Peksimida Jawa Timur 2026 diikuti 24 perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Jawa Timur, berlangsung selama dua hari pada 8 hingga 9 Juli 2026. Persaingan berlangsung ketat karena hanya juara pertama yang berhak menjadi wakil Jawa Timur di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 di Universitas Jember pada September mendatang.

Apa Itu Peksimida dan Mengapa Ajang Ini Bergengsi?

Peksimida merupakan wadah pembinaan sekaligus seleksi mahasiswa terbaik di bidang seni sebelum berlaga di tingkat nasional.

Tahun ini terdapat 15 cabang yang dipertandingkan, meliputi baca puisi, monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, komik strip, desain poster, fotografi, lukis, tari, vokal grup, menyanyi pop, dangdut, keroncong, dan seriosa.

Sebanyak 44 perguruan tinggi mengirimkan delegasi dengan total sekitar 400 mahasiswa, dan juara pertama pada setiap tangkai seni akan menjadi wakil Jawa Timur pada Peksiminas 2026.

Setiap cabang dinilai oleh tiga juri profesional dengan komposisi dua juri eksternal dan satu juri internal guna menjamin objektivitas penilaian. Ketatnya mekanisme seleksi menjadikan setiap posisi juara, termasuk harapan, sebagai pencapaian yang patut dibanggakan dari kampus manapun.

Apa Isi Naskah Balada Sumarah yang Dibawakan Dewi Melati?

Balada Sumarah adalah naskah monolog karya Tentrem Lestari yang mengisahkan perjalanan hidup seorang gadis yang tidak mendapatkan keadilan di negaranya sendiri, lalu memilih untuk berontak dan menggugat serentetan peristiwa pahit yang dialaminya.

Naskah ini menuntut penghayatan karakter yang dalam serta kemampuan menyampaikan narasi perempuan tentang keadilan dan perlawanan secara ekspresif di atas panggung.

Dewi Melati, yang akrab disapa Imel, menyatakan telah mempersiapkan penampilan ini sejak Februari 2026, jauh sebelum hari kompetisi.

Persiapan selama lebih dari empat bulan itu mencakup pendalaman karakter, latihan penyutradaraan diri, serta penguasaan durasi tampil yang ditetapkan panitia selama 10 menit per peserta.

"Setiap peserta diberi durasi tampil selama 10 menit. Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan pentas dengan baik," ujar Imel, Jumat (10/7/2026).

Apa yang Dinilai Dewan Juri dalam Lomba Monolog Peksimida?

Penilaian dewan juri dalam tangkai lomba monolog Peksimida mencakup beberapa aspek utama, di antaranya:

  • Kecocokan antara aktor dengan karakter yang dipentaskan
  • Kematangan penyutradaraan atau kemampuan mengendalikan jalannya penampilan secara mandiri
  • Penghayatan dan interpretasi naskah secara mendalam
  • Penguasaan panggung dan kreativitas penggunaan properti
  • Konsistensi gaya pementasan, baik realis, naturalis, maupun eksperimental

Imel menyebutkan penampilan monolognya masuk dalam kategori realis dan naturalis. Ia juga mencatat sebuah temuan penting dari kompetisi ini: sekitar 80 persen peserta dinilai masih kurang matang pada aspek penyutradaraan.

Catatan tersebut menjadi poin berharga bagi pengembangan seni monolog mahasiswa secara umum di Jawa Timur.

Apa Makna Prestasi Ini bagi Unigoro Bojonegoro?

Prestasi Dewi Melati di Peksimida Jatim 2026 membuktikan bahwa perguruan tinggi di wilayah Bojonegoro mampu bersaing di panggung seni provinsi yang diikuti 44 kampus dari seluruh Jawa Timur.

Unigoro selama ini lebih dikenal dengan program studi hukum dan ilmu sosial, sehingga capaian di bidang seni pertunjukan ini memperluas rekam jejak prestasi mahasiswanya.

Dewi Melati sendiri menyatakan tidak akan berhenti di capaian ini. Ia berencana mengikuti kompetisi monolog lainnya guna terus mengasah kemampuan akting dan memperdalam pemahaman tentang karakter perempuan dalam naskah-naskah teater Indonesia.

Peksiminas XVIII Tahun 2026 akan digelar pada 8 hingga 12 September 2026 di Universitas Jember, diikuti delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia.

Meskipun Dewi Melati tidak melaju ke Peksiminas tahun ini, pengalaman bertarung dengan 24 perguruan tinggi di ajang provinsi menjadi bekal nyata bagi langkah kompetitifnya ke depan.

Dewi Melati Zahro, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro, meraih Juara Harapan III tangkai monolog Peksimida Jawa Timur 2026 dengan membawakan naskah Balada Sumarah karya Tentrem Lestari.

Kompetisi ini diikuti 24 perguruan tinggi se-Jawa Timur dan berlangsung di Universitas Jember pada 8 hingga 9 Juli 2026, sebagai bagian dari Peksimida yang tahun ini melibatkan 44 kampus dan sekitar 400 mahasiswa dalam 15 cabang seni.

Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa Unigoro Bojonegoro mampu bersaing di panggung seni provinsi dan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus mengembangkan bakat seni pertunjukan.

Mahasiswi Unigoro Juara Monolog Peksimida Jatim 2026
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin